http://investklik.com/6kwj239

This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

post

Iklan

Cara agar Populasi Walet Meningkat dan Memperbanyak Koloni Walet

  1. Tidak sedikit petani burung walet yang menginginkan cara agar populasi walet meningkat dengan cepat sehingga dapat memungkinkan agar gedung walet yang kita bangun cepat ramai karena ada banyak walet yang bersarang dan berkembang biak di rumah baru tersebut. Namun cara memperbanyak koloni walet dengan mudah dan tanpa menimbulkan resiko tentu menjadi pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab karena ada banyak kemungkinan yang menentukan keberhasilan suatu gedung walet atau rbw yang baru dibangun justru akan menemukan kegagalan meskipun kita sudah melakukan perencanaan yang panjang. Meskipun kita sudah tahu tips agar populasi walet bertambah banyak dalam waktu singkat namun belum tentu dapat menjadikan hal itu sebuah keberhasilan kalau tidak kita iringi dengan pemeliharaan rutin yang memadai.

Hal paling menyenangkan adalah ketika kita membangun rbw dengan perencanaan yang baik dan banyak perhitungan serta pertimbangan lalu kemudian mulai berjalan beberapa bulan dan ada tanda kedatangan burung walet, yang ditandai dengan meningkatnya jumlah walet yang menginap maupun masuk kedalam bangunan baru kita. Hal ini menjadi semacam penyemangat tersendiri khususnya bagi para petani walet yang baru terjun dalam bisnis sarang walet, sehingga memberikan energi baru untuk terus meningkatkan kebaikan dan memantau perkembangan rbw dan bw yang baru datang kerumah baru tersebut.

Namun apa jadinya kalau ternyata banyak kawanan burung walet yang pindah ke gedung tetangga dan gagal bersarang di rbw kita? Atau jumlah koloni walet yang semakin berkurang dari waktu ke waktu dan bukannya bersarang namun mereka malah kabur ke tempat lain? Ada yang salah dengan rbw kita, atau ada hal yang kurang kita perhatikan?

Banyak penyebab dan permasalahan yang harus kita cari tahu satu demi satu kalau memang itu yang terjadi pada rbw kita, sudah tentu kita tidak ingin mengalami kerugian besar entah itu rugi waktu maupun tenaga untuk mengurusi semua hal yang berkaitan dengan bisnis walet namun ternyata hasilnya jauh dari harapan. Hal seperti ini yang sering menyebabkan pemilik gedung walet putus asa sebelum berhasil menikmati hasil jerih payah mereka dalam membangun dan mengelola rumah burung walet.

Untuk mempertahankan jumlah walet yang ada dalam gedung kita bahkan untuk meningkatkan populasinya, ada beberapa kiat yang harus kita jalankan. Dan beberapa pengetahuan yang wajib diketahui oleh peternak walet, sehingga tidak akan mengalami kegagalan yang sebenarnya masih dapat kita atasi kalau kita mau mencari tahu dan bertanya kepada yang sudah ahli dalam bidang tersebut.

Berikut beberapa tips meningkatkan populasi atau koloni walet yang menginap di gedung kita:

  1. Bentuk bangunan dan perhitungan lokasi yang tepat untuk rbw
  2. Menjaga rbw agar tidak didatangi hama, atau serangga yang akan mengganggu walet sehingga tidak mau bersarang
  3. Memberikan pakan walet atau sarang imitasi kalau memang diperlukan
  4. Membuat tata lokasi bagian dalam gedung walet sedemikian rupa sehingga membuat walet betah dan mau menginap
  5. Menggunakan suara panggil, suara tarik maupun suara inap yang terbukti berhasil. Kalau memang masih gagal silakan melakukan eksperimen dan mengganti dengan suara walet yang baru
  6. Menjaga suhu ruangan gedung walet tetap stabil seperti habitat asli mereka, suhu yang baik kisaran 25-28 derajat celcius. Suhu gedung yang terlalu panas dapat menyebabkan walet pindah ke gedung lain
  7. Beberapa tips lain yang didapatkan sesuai pengalaman di lapangan

Selain beberapa poin diatas tentu masih banyak lagi kendala dan permasalahan yang kita jumpai secara langsung di lapangan, oleh sebab itu penting sekali untuk memantau perkembangan rbw kita, dan mencatat setiap ada permasalahan untuk kemudian dicarikan solusi yang tepat, dan mengantisipasi hal buruk di masa depan agar tidak terulang. Dengan begitu kita dapat meningkatkan kualitas rbw sehingga akan memberikan hasil maksimal seperti yang kita inginkan dan mendapatkan keuntungan seperti yang direncanakan, pada akhirnya kita akan menikmati hasil dari pekerjaan kita.

http://investklik.com/6kwj239

MENGETAHUI BURUNG WALET BERTELUR

Pernahkah anda menjumpai di gedung walet anda, 1 sarang berisi 3 butir telur ? Benarkah seekor induk walet bertelur hingga 3 butir? Usia berapa walet yang sangat produktif itu? Apakah karena sumber pakan di daerah tersebut sangat melimpah sehingga seekor induk walet yang umumnya bertelur hanya sepasang ( 2 butir), mampu bertelur hingga 3 butir ? Atau, 3 butir telur itu milik dua induk walet? Dengan kata lain satu induk memiliki 2 butir telur dan 1 induk lagi hanya memiliki 1 butir telur. Mana yang benar? Namun yang pasti 1 sarang walet tersebut milik sepasang walet. Artinya tidak mungkin 2 induk walet ( 2 pasang walet ) membangun secara kongsian sebuah sarang.

Sebenarnya fenomena 1 sarang walet berisi 3 butir telur, sering terjadi, terutama di gedung walet yang sudah produktif dengan pola panen rampasan.. Panen rampasan yaitu, setelah walet selesai membangun sarangnya, pemilik gedung segera merampas sarangnya. Padahal tidak lama kemudian walet akan meletakkan telurnya di sarang itu. Wal hasil, walet kehilangan sarang, sementara di perutnya sudah ada telur yang siap keluar.

Kenapa panen rampasan? Karena si pemilik gedung mengejar untung. Harga sarang panen rampasan memang lebih tinggi, karena sarang relative masih utuh dan bersih, karena belum dipakai induk untuk mengeram dan mengasuh anaknya. Jika demikian lalu bagaimana nasib induk walet yang sarangnya dirampas? Ada 2 kemungkinan yang dilakukan induk walet itu. Pertama, induk akan membuang telur itu begitu saja, sehingga kadang kita jumpai telur pecah di lantai. Kedua, induk akan mencari sarang kosong maupun sarang yang sudah isi untuk menitipkan telurnya. Maka kemudian akan kita jumpai 1 sarang berisi 3 telur walet. Si induk penitip telur ini, hanya sekedar menitipkan telurnya kemudian akan membuat sarang kembali dan selanjutnya ia akan bertelur lagi. Siapa yang mengerami 3 telur walet, tentu si pemilik sarang asli.

Apakah 3 butir telur tersebut akan menetas semua? Jawabannya belum tentu. Ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi. Pertama, jika induk si pemilik sarang bisa menerima kehadiran telur titipan itu, maka 3 telur tersebut akan dierami hingga menetas. Itupun jika usia telur sama. Jika telur titipan itu usianya lebih muda, maka ketika 2 butir telur sudah menetas, telur titipan yang terlambat menetas ini akan busuk (karena tak lagi dierami sehingga embrio mati sebelum menetas) akhirnya dibuang keluar sarang. Kemungkinan kedua, begitu induk mengetahui ada telur titipan, segera induk walet akan melempar telur titipan itu ke luar sarangnya.

Jika 3 butir telur itu menetas semua, apakah mungkin 3 ekor walet itu akan selamat sampai bisa terbang? Hal itu bisa saja terjadi. Ada beberapa syarat, yaitu pertama Induk menerima kehadiran telur titipan itu. Kedua, ukuran sarang walet agak besar karena dibangun oleh induk dewasa sehingga cukup untuk menampung 3 piyik walet meskipun berdesakan. Ketiga. Usia induk sudah dewasa, sehingga panas tubuhnya mampu mengerami 3 butir telur sekaligus. Ke empat, lokasi daerah tersebut sangat berlimpah sumber pakannya, sehingga induk mampu mensuplay makanan untuk 3 ekor piyik walet.

Dari fenomena ini, apakah anda kemudian berpikir bahwa agar populasi walet di gedung anda berkembang cepat, lantas anda akan menyiapkan sarang imitasi ukuran jumbo, untuk ekesperimen dengan di isi 3 butir telur walet ?

http://investklik.com/6kwj239

TEKNIK KOMUNIKASI

TEKNIK KOMUNIKASI

PENGERTIAN TEKNIK KOMUNIKASI

Teknik berbicara efektif adalah berbicara secara menarik dan jelas sehingga dapat dimengerti dan mencapai tujuan yang diharapkan di dalam komunikasi. Teknik berbicara di dalam berkomunikasi harus menyesuaikan diri antara komunikator dan komunikan kepada pesan (message) yang dipercakapkan

Teknik komunikasi digunakan supaya komunikasi antar manusia terjalin secara efektif. Pengertian teknik adalah suatu cara yang digunakan untuk melakukan sesuatu hal. Sedangkan pengertian komunikasi adalah penyampaian informasi dari komunikator ke komunikan melalui media tertentu. Maka pengertian teknik komunikasi adalah suatu cara yang digunakan dalam menyampaikan informasi dari komunikator ke komunikan dengan media tertentu. Dengan adanya teknik ini diharapkan setiap orang dapat secara efektif melakukan komunikasi satu sama lain dan secara tepat menggunakannya.

TEKNIK-TEKNIK DALAM KOMUNIKASI

Beberapa teknik dalam komunikasi :

  • Ucapan yang jelas dan idenya tidak ada makna ganda, utuh.
  • Berbicara dengan tegas, tidak berbelit-belit
  • Memahami betul siapa yang diajak bicara, hadapkan wajah dan badan, pahami pikiran lawan bicara.
  • Menyampaikan tidak berbelit-belit, tulus dan terbuka.
  • Sampaikan informasi dengan bahasa penerima informasi.
  • Menyampaikan dengan kemampuan dan kadar akal penerima informasi
  • Sampaikan informasi dengan global dan tujuannya baru detailnya.
  • Berikan contoh nyata, lebih baik jadikan anda sebagai model langsung.
  • Sampaikan informasi dengah lembut, agar berkesan, membuat sadar dan menimbulkan kecemasan yang mengcerahkan.
  • Kendalikan noise dan carilah umpan balik untuk meyakinkan informasi anda diterima. Contoh dengan bertanya atau menyuruh mengulanginya.

Dengan adanya beberapa teknik komunikasi ini diharapkan hambatan-hambatan dalam komunikasi dapat diminimalisasi. Bukan hanya komunikasi antar individu saja yang membutuhkan teknik komunikasi, dalam berkomunikasi dengan stakeholder atau antar karyawan juga perlu teknik komunikasi tersendiri.

TEKNIK KOMUNIKASI SEMI FORMAL

Beberapa teknik komunikasi dalam situasi semi formal – formal :

Informative Communication (Komunikasi Informatif)

Informative communication adalah suatu pesan yang disampaikan kepada seseorang atau sejumlah orang tentang hal-hal baru yang diketahuinya. Teknik ini berdampak kognitif pasalnya komunikan hanya mengetahui saja. Seperti halnya dalam penyampaian berita dalam media cetak maupun elektronik, pada teknik informatif ini berlaku komunikasi satu arah, komunikatornya melembaga, pesannya bersifat umum, medianya menimbulkan keserempakan, serta komunikannya heterogen. Biasanya teknik informatif yang digunakan oleh media bersifat asosiasi, yaitu dengan cara menumpangkan penyajian pesan pada objek atau peristiwa yang sedang menarik perhatian khalayak.

Persuasif Communication (Komunikasi Persuasif)

Komunikasi persuasif bertujuan untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku komunikan yang lebih menekan sisi psikologis komunikan. Penekanan ini dimaksudkan untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, tetapi persuasi dilakukan dengan halus, luwes, yang mengandung sifat-sifat manusiawi sehingga mengakibatkan kesadaran dan kerelaan yang disertai perasaan senang. Agar komunikasi persuasif mencapai tujuan dan sasarannya, maka perlu dilakukan perencanaan yang matang dengan mempergunakan komponen-komponen ilmu komunikasi yaitu komunikator, pesan, media, dan komunikan. Sehingga dapat terciptanya pikiran, perasaan, dan hasil penginderaannya terorganisasi secara mantap dan terpadu. biasanya teknik ini afektif, komunikan bukan hanya sekedar tahu, tapi tergerak hatinya dan menimbulkan perasaan tertentu.

Coersive/ Instruktive Communication (Komunikasi Bersifat Perintah)

Komunikasi instruktif atau koersi teknik komunikasi berupa perintah, ancaman, sangsi dan lain-lain yang bersifat paksaan, sehingga orang-orang yang dijadikan sasaran (komunikan) melakukannya secara terpaksa, biasanya teknik komunikasi seperti ini bersifat fear arousing, yang bersifat menakut-nakuti atau menggambarkan resiko yang buruk. Serta tidak luput dari sifat red-herring, yaitu interest atau muatan kepentingan untuk meraih kemenangan dalam suatu konflik, perdebatan dengan menepis argumentasi yang lemah kemudian dijadikan untuk menyerang lawan. Teknik ini bisa digunakan oleh atasan terhadap bawahannya yang menuntut adanya kedisiplinan kerja karyawannya.

Human Relation (Hubungan Manusia)

Hubungan manusiawi merupakan terjemahan dari human relation. Adapula yang mengartikan hubungan manusia dan hubungan antar manusia, namun dalam kaitannya hubungan manusia tidak hanya dalam hal berkomunikasi saja, namun didalam pelaksanaannya terkandung nilai nilai kemanusiaan serta unsur-unsur kejiwaan yang amat mendalam.

Hubungan manusia pada umumnya dilakukan untuk menghilangkan hambatan-hambatan komunikasi, meniadakan salah pengertian dan mengembangkan tabiat manusia.

TEKNIK PENDEKATAN KOMUNIKASI

Untuk melakukan hubungan manusia biasanya digunakan beberapa teknik pendekatan yaitu pendekatan emosional (emosional approach) dan pendekatan social budaya (sosio-cultur approach).

  • Pendekatan emosional. Dalam hubungan ini komunikator mempertaruhkan kepercayaan komunikan terhadap fakta pesan yang disampaikan, maka teknik ini berujung pay off atau reward, yaitu bujukan atau rayuan dengan cara “mengiming-imingi” komunikan dengan hal yang menguntungkan atau menjanjikan harapan. Pada umumnya emotional approach ini menggunakan konseling sebagai senjata yang ampuh, baik secara langsung maupun tidak langsung, hal ini bertujuan agar pesan bisa secara langsung menyentuh perasaan komunikan.
  • Pendekatan sosial budaya. Salah satu tujuan komunikasi adalah tersampaikannya pesan dari komunikator kepada komunikan, maka dianjurkan bagi komunikator terlebih dahulu memahami perilaku social serta budaya masyarakat setempat yang akan menjadi komunikan. hal ini bertujuan agar komunikan, lebih memahami serta tidak merasa tersinggung oleh pesan yang disampaikan oleh komunikator, selain hal tersebut masyarakat yang menjadi komunikan tidak dapat terlepas dari budaya.

TEKNIK MENDENGAR AKTIF

Mendengarkan merupakan suatu kegiatan memperhatikan dengan sebaik­-baiknya dengan menggunakan indera pendenga­ran, sehinggga memahami maksud secara tepat dari pihak komunikator. Untuk men­dengarkan dengan baik diperlukan konsentrasi yang tinggi dari pikiran agar dapat menangkap dan menginterpretasi berita atau pesan yang dikirim komunikan. Proses mendengarkan secara aktif dan efektif tidak hanya menggunakan indera pendengaran, tetapi perpaduan antara indera pendengaran dengan pikiran.

  • Mendengarkan secara evaluatif. Ketika  mendengarkan pembicaraan, pen­dengar berupaya mendengarkan sambil mengada­kan evaluasi terhadap kata-kata yang diucapkan pembicara. Hasil penilaian ini disampaikan kembali kepada pembicara dalam berbagai macam bentuk, antara lain berupa: menolak, menyetujui (menyanggah atau mandukung isi pembicaraan).
  • Mendengarkan secara proyektif. Pendengar berusaha memproyeksikan dirinya ke alam pikiran pembicara. Pendengar berusaha memahami pandangan dari pembicara sampai pembicaraan selesai dan pendengar memahami setiap arti kata dari pembicara. Cara mendengarkan yang aktif dan efektif, yaitu sebagai berikut:
  1. Dengarkan dengan penuh konsentrasi apa yang sedang dibicarakan
  2. Tangkap pesan-pesan penting atau inti pembicaraan
  3. Sebaiknya terlebih dahulu persiapkan alat tulis menulis untuk mencatat inti pembicaraan
  4. Bila pembicaraan terjadi secara langsung tanpa menggunakan media komunikasi, pendengar dapat langsung bertanya kepada pembicara perihal isi pembicaraan yang tidak dipahami (bila pembicaraan terjadi ketika rapat, tunggu sampai pada acara tanya, jawab.